Monday, May 16, 2011

Mama & Abah





Sempena hari ibu yang dah lepas & hari bapa yang akan datang ku buat post ni untuk Mama ku Pn Huzaimah Binti Abdul Rashid & Abah ku En Abdul Rahman Bin Sidek. Terima kesih menjaga aya selama ni. Sesungguhnya memang x dapat aya balas budi kalian yang tak jemu menyayangi diri ini walaupun banyak salah & silap yang telah aya lakukan. Love you sooooo muchhhhh... Sorry if I never make you proud..

Mama,

kasih yang terpanjang
pada sorot matamu
bersinar bagaikan Matahari
mengalun bagi Puisi
tapi, barangkali
Mama memang sebuah puisi
yang diam – tapi
yang perkasa
indah
lembut
lautan khayalan bersenandung
berkelana tanpa peta – menyangkut pada potret-potret yang kuning,
dan kisah lama, pada sepi yang saling menyentuh
dan senandung itu, lagumu, laguku
lagu kita

gadis kecilmu dulu
elok, pintar, pemalu (kata Mama kan ?)
gemar menyendiri
melamun
menatap
menanya
tentang apa di balik kaki bukit
tentang bulan pucat
tentang Gamalama yang marah
tentang mimpi-mimpi
tentang cinta
tentang…..
hidup memang tumpukan hari, Mama
yang berlari, berpacu, dengan waktu, denyut hati yang gelisah, luka dan sunyi
di tengah tawa, sukacita, berkat-berkat

inilah dia kini
ingin memiliki keperkasaanmu selain cinta
yang tak jemu-jemunya kau ajarkan
membuatnya selalu bahagia
oleh hidup yang seimbang
lalu
meskipun memang banyak yang tak sempat terucapkan
timbunan sesal dan maaf
timbunan sayang dan kasih
tapi
dari seberang sana
kasih yang berbinar
disorot matamu
Matahari dan Puisi itu
memandang dalam diam dan tersenyum
begitu agung cintamu, Mama

~ Mursal Esten

Mama,
Tertulis namamu, mama…
ditiap bait puisi, yang kutulis kala rindu membelenggu sukmaku
Terucap namamu, mama…
ditiap untai doa, yang kuucap kala cinta menguasai ragaku
Senyummu, tawamu dan pelukmu mengendap kekal dihati ini
Ujarmu, nasehatmu dan petunjukmu menjadi bekal dihidup ini
Dirimu, sosokmu dan bayangmu menemani asa perjalanan ini

Tak ada yang bisa menggantikan dirimu, mama…
meskipun bidadari menjelma dalam wujud kekasih
Tak mungkin melupakanmu, mama…
meskipun kekasih menyerupai malaikat pengasih

Selamanya mencintaimu, mama..
Dalam ribuan puisi yang kutulis
Dalam jutaan doa yang kuucap
Dalam lebat hujan yang selalu hadir di bulan november
Meskipun;
Akan hadir kekasih bidadari bak malaikat pengasih
Selamanya aku anakmu, mencintaimu mama…

~ Gorontalo



Abah,

Abah adalah dasar yang kuat dalam kehidupan setiap keluarga.
Mereka ibarat daratan yang kita lihat saat kita telah lelah mengarungi lautan,
mereka adalah kekuatan dimana kita bisa mengantungkan pilihan langkah pertama kita di dunia ini.
Seorang abah mungkin saja terlihat lembut, tangguh, ringkih, ataupun kuat namun abah adalah cinta yang paling tidak rumit yang pernah kita kenal.

Bagi seorang anak perempuan, abah adalah laki-laki pertama yang dikaguminya, laki-laki pertama yang memandangnya dengan penuh kekaguman.
Mereka adalah laki-laki pertama yang jatuh cinta padanya.

tiap saat aku menghitung kerinduan terhadapmu…
hinggalah sekarang baru aku tersedar
ia sudah melimpah ruah….

kerana abah aku disini
kerana abah aku gembira
kerana abah kuterasa bahagia…
abah oh abah

abah…
semenjak kecil aku dibesarkan bagai menatang minyak yang penuh
semenjak kecil aku dimanjakan dengan belaian gurauanmu yang indah
semenjak kecil aku diberi penghargaan umpama seorang raja
abah…
ketika aku mengalah…
engkau semangatku
ketika aku sakit…
engkau penawarku
ketika aku bersedih…
kau air mataku
ketika aku ketawa
engkau riangku
dan ketika engkau berduka?
aku harap akulah penawar duka laramu


Last but not least enjoy a video from Matluthfi


See you soon blogger,

Kerana Dia Manusia Biasa

Kenapa anda memilih si dia?..

Semoga warkah ini bermanfaat.. …. baik utk yang melamar ataupun
yg dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga……

Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga..
Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa ……

Kerana Dia Manusia Biasa …

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu?
Jawapannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi.

Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawapan dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib.

Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini
selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti,dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.

Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati.Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua
baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan.Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Sebenarnya..

Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu (benar-benar sibuk).

Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan.Beberapakali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara.

Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all……Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya.

Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual -hanya berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal.

Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.

“Aku tak boleh tidur.” Dia memandang saya dengan wajah bersahaja. Saya faham keadaannya ketika ini.

“Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur.”

“Ya.. ya.” Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar. Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik.

Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik
ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan.

“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya.
Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.

Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelop kepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ni. Saya melihatnya tanpa mengerti. Eeh…., dia malah ketawa geli hati.

“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. Hehehehehehe. ………

“Teruknya dia ni.” Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum.
Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula
membacanya.Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat
inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu……..

************ ********* ********* ********* ********* ********* *********

Kepada **** ……..

Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ………… … menginginkan anda ………… …..untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa.Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan..
Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa.. Cinta saya juga biasa saja.

Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.

Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.

Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.

Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani
menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini.

Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawapan pada
saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah ridho
dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu’alaikum Wr Wb

************ ********* ********* ********* ********* ********* *********


Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran‘ yang begitu indah.

Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa.

Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

“Kenapa kamu memilih dia……?”

“Kerana dia manusia biasa……. . ” Dia menjawab mantap. “Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya..

Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku..”

“Maksudnya?”

“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada.betu tak? Paling tidak….. Aku tahu bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin.

“Ssttt…… .” Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga.

Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.

“Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama.” Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

“Gik…..?”

“Tidur…… Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini.

Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiannya. Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak.

Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’.

Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan.

Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya.

Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.

Kita hanya boleh memohon keridhoan Allah. MemintaNYA mengurniakan barokah
dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.
Jadi, bagaimana dengan cinta?

Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.

Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa).

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

—> cerita ini dipetik kiriman dari seorang kawan melalui email… jadi kiter pon copy share kan disini.. Tersentuh gk baca ini.. Untuk renungan buat diri sendiri dan semua yang membacanya..


p/s: Dik.. pinjam sat...


See you soon blogger,

If Children lives.........




If a child lives with cricism, he learns to condemn…

If a child lives with hostility, he learns to fight…

If a child lives with fear, he learns to be apprehensive…

If a child lives with pity, he learns to feel sorry for himself…

If a child lives with ridicule, he learns to be shy…

If a child lives with jealousy, he learns to feel guilt…

But…

If a child lives with tolerance, he learns to be patient…

If a child lives with encouragement, he learns to be confident…

If a child lives with praise, he learns to be appreciative…

If a child lives with acceptance, he learns to love…

If a child lives with honesty, he learns what truth is…

If a child lives with fairness, he learns justice…

If a child lives with security, he learns to have faith in himself and those about him…

If a child lives with friendliness, he learns the world is a nice place in which to live.

p/s: comey kan aku kecik2... He he he 



See you soon blogger,

A value of time..



If u want to know the value of a year
Ask the student who has failed in his endeavour.

If u want to realise the value of a day
Ask the daily wage labourer who supports his family.

If u want to comprehend the value of an hour
Ask the lovers who are waiting for hours together.

If you want to know the value of a minute
Ask the person who has just missed the train.

If u want to realise the value of a second
Ask the person who has survived in an accisent.

If u want to know the value of a microsecond
Ask the sportsman who has won a medal in olympics

p/s: Ku tgh countdown tu yang ku buat entri nih.. kuang kuang kuang


See you soon blogger,

Saturday, May 14, 2011

Sebulan Sebelum..

Apa yang dah jadi Sebulan Sebelum hari guti-gitu saya.


Lama kan x update blog.

Yup. No more reason. Memang no mood to update.

Cerita kami ke Padang Indonesia aku dah cerita ke?.. Belum kan. Malas nak cerita.. Nak tahu gak cerita click je sini ... best kan best kan best kan...


Balik dari Padang memang kelam-kabut sket as class dah commenced.

Not-so-interesting-story class macam biasa.


But lately its really exactly ONE MONTH before our wedding we had 2 really SAD NEWS.

  1.  Adik yang baru pregnant 23 weeks 3 hari pada 30.04.2011 terpaksa di warded di Hospital Besar Seremban as pintu rahim dah terbuka 4-6 cm. The baby is very active and strong in her tummy tapi di sebabkan pintu rahim dah terbukak adik terpaksa deliver baby tuh jugak pada 02 Mei 2011. It's a GIRL. Cute lil-one. Alhamdulillah adik is fine after deliver so do the lil-po. The baby is very healthy and strong and even cried when have been delivered. Due to pre-mature stage we didn't know which organ will work well for her and had been kept in incubator for intensive care. Kami pun x dapat nak tgk baby just tgk dr tngkap bilik tu je nampak la incubator tuh n baby samar2. But Walid n mummy always there for you. Doc said this baby fighting and use all energy that she have to survive. On the first day baby dah gerakkan tangan even boleh gengam (kalau tak salah die bleh gengam jari walid die.. Kalau salah maafkan bonda ye walid). On second day baby dah kencing & berak as the nurse mintak mummy & walid die sediakan pampers. A very good improvement from her. And nurse pun dah mintak mummy (adik) pump susu for her baby. Very glad to hear that. Pada hari ketiga baby semakin lemah as she already use all energy that she have to survive dan ketika kami melawat mummy tengahari di hospital baby telah pergi meninggalkan Mummy, Walid, Tok Mama, Tok Abah, Bonda & semuanya. Allah love her more. Baby Dayana (Nama ni Ibu awai bagi maknanya Kuat, X tau la mummy bagi nama apa), you will always a part of us although we only can be with you for 3 days (as doc said for genuine case baby just survive for 2-3 hours je). It is worth it and more than enough. Baby dimandikan di hospital jugak so sempatla bonda tengok baby. Dari dahi banyak dari mummynye, tirus je dagu nye, mancung hidungnye (yang ni bonda rasa macam walidnye), cukup sifat, panjang, n comel. Baby disembahyangkan & dikebumikan di Kampung Gadong Jaya ( Kg Tok Abah). Moga baby tunggu mummy & walid di Syurga ye sayang. We love you baby.

     
  2. Belum lagi habis kesedihan kehilangan baby kami dikejutkan dengan kehilangan paknjang tercinta Allahyarham Yahya Bin Ghani iaitu kekanda Norsimah & ayahanda tercinta Mustarul, Iylia, Anis, Syaira & Syazreen pada 07.05.2011 jam 11.40pm. (Jadi dah nak masuk 08.05.2011 la kan) . Memang terkejut dan sangat2 sedih. Kali terakhir jumpe beliau pada hari baby adik meninggal. Beliau datang tahlil pada malam hari tu dengan maknjang, angah, anis, yen, awin n syazren. Memang beliau agak senyap. Ayat terakhir beliau cakap "Makin sihat aya". Aku hanya tersenyum. 
"Paknjang, aya sedih paknjang xde June ni untuk kenduri aya n menghantar di Tangkak. Selalunye Paknjang memang kemana-mana bersama kami. Aya sayang paknjang macam abah aya sendiri. Paknjang jugak dok jaga aya time mama & abah pindah Penang time aya form 2 & 3 kat SMAKL dulu. Paknjang la slalu dok amik aya balik bermalam ngan Abg Mus walaupun Abg Mus balik ngan bas paknjang amik aya sorang2 jugak. Selalu belikan tiket & hantaq aya pi Terminal Bas bila aya nak balik Penang. Selalu mai melawat aya kat SMAKL time abah n mama kat Penang. Semoga Paknjang dicucuri rahmat & di tempatkan di kalangan orang-orang yang beriman."

     P/s: terpaksa out dulu mata dah berair2 nih.. tu la gatai pi wat entry sedih ni pasai pa.


    See u soon,



    Nobody Perfect!



    Semoga kami dapat menerima kekurangan masing-masing. InsyaAllah.


    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...